Buronan Paling Dicari Tertangkap !!!

BEOGRAD – Rakyat muslim Bosnia akhirnya menerima kabar yang selama ini hampir diyakini mustahil didengar. Pada Senin (21/7) malam, mantan Presiden Serbia-Bosnia Radovan Karadzic yang dituduh sebagai arsitek pembantaian 8.000 warga muslim Bosnia pada dekade 1990-an, ditangkap dalam sebuah penyerbuan di Serbia. Penangkapan itu mengakhiri pengejaran dunia internasional selama 13 tahun.

Kepastian penangkapan Karadzic disampaikan oleh Kantor Kepresidenan Serbia dan pihak Pengadilan Kejahatan Internasional untuk negara bekas Yugoslavia (ICTY). “Saya mendapat informasi dari kolega-kolega kami di Beograd tentang keberhasilan operasi penangkapan Radovan Karadzic,” ungkap Serge Brammertz, kepala penyidik ICTY, empat jam setelah penangkapan.

Ibu Kota Bosnia, Sarajevo, yang memasuki tengah malam, langsung ingar bingar mendengar kabar penangkapan yang paling ditunggu itu. Seperti memenangi piala dunia sepak bola, dalam hitungan menit hampir semua warga muslim Bosnia dan Kroasia turun ke jalan untuk menumpahkan suka cita. Mereka memenuhi jalan-jalan dengan bernyanyi, menari, baik dengan berjalan kaki atau menaiki atap mobil yang terus membunyikan klakson.

Padahal, jalan-jalan yang dipenuhi warga itu, 13 tahun lampau digunakan pasukan Karadzic dengan tanpa perasaan membantai warga sipil selama 43 bulan masa pendudukan. Sejarawan Eropa menempatkan pembantaian yang dilakukan pasukan Karadzic sebagai genosida paling mengerikan sejak Perang Dunia II. ICTY yang dibentuk PBB menyebut pembantaian itu sebagai “pemandangan dari neraka, yang tertulis dalam lembaran-lembaran terkelam sejarah umat manusia”. Untuk membangkitkan memori itu, radio Bosnia memutar kembali ucapan pidato Karadzic yang penuh kebencian di masa perang.

Saat ditangkap tanpa perlawanan di sebuah rumah di Beograd Senin petang, penampilan Karadzic sangat berbeda dengan saat berkuasa. Seperti mantan penguasa Iraq Saddam Hussein, Karadzic yang dilahirkan pada 19 Juni 1945 di suatu desa di Montenegro itu juga memelihara jenggot dan cambang putih keperakan. Tubuhnya lebih ramping, tapi tetap tegap seperti saat berkuasa. Media setempat menyebut penampilan Karadzic saat tertangkap seperti seorang penyanyi di kelab malam.

Karadzic hidup bersembunyi lebih dari setahun setelah Perjanjian Dayton pada 1995 yang mengakhiri perang Bosnia dan NATO menempatkan pasukan dalam jumlah besar di awal 1996.

Karadzic yang latar belakang profesinya dokter tapi juga pernah menerbitkan kumpulan puisi, hampir tidak pernah terlihat di depan umum. Dikatakan dia selalu bersembunyi dan menyamar dan hidup tertutup di tempat-tempat perrsembunyian dengan bantuan pendukung setianya.

Sumber pemerintah Serbia menyatakan, jagal dari Serbia itu kini menjalani prosedur pemeriksaan identifikasi, termasuk tes DNA. Dia juga segera bertemu tim penyidik.

Kantor Presiden Serbia Boris Tadic menyebutkan, Karadzic dibawa ke hadapan hakim penyelidik di pengadilan kejahatan-kejahatan perang Serbia. Prosedur hukum tersebut mengindikasikan Karadzic segera diekstradisi ke pengadilan kejahatan-kejahatan perang PBB di Den Haag, Belanda.

Di pengadilan ini, pada Juli 1995, Karadzic ditetapkan sebagai terdakwa karena mengesahkan pembantaian terhadap warga sipil selama pengepungan 43 bulan atas Kota Sarajevo. Dia didakwa menyerang Sarajevo dan menggunakan 284 pasukan penjaga perdamaian PBB sebagai tameng manusia pada Mei dan Juni 1995. Total ada 15 dakwaan kejahatan perang terhadap Karadzic selama perang Bosnia 1992-1995.

Penangkapan Karadzic setelah perburuan 13 tahun mengundang pertanyaan. Apalagi, jagal puluhan ribu nyawa muslim Bosnia itu ditangkap di malam menjelang pertemuan Menteri Luar Negeri Uni Eropa (UE).

Pertemuan itu akan membahas hubungan lebih erat UE dengan Serbia setelah pembentukan pemerintah baru hasil koalisi Partai Demokrat pimpinan Presiden Boris Tadic yang pro-Barat. Tempat persembunyian Karadzic di Serbia pun sebenarnya sudah menjadi pembicaraan masyarakat internasional. Barat juga telah lama curiga bahwa Beograd tidak mencari Karadzic secara saksama.

Beograd diduga baru serius mencari setelah penangkapan Karadzic dijadikan tiket bergabung dengan Uni Eropa.

Tertangkapnya Karadzic menyisakan dua orang lagi yang masih bersembunyi dari Mahkamah Den Haag: Panglima militer Serbia Bosnia Ratko Mladic dan pejabat lokal Serbia Kroasia yang didakwa merencanakan pembunuhan dan pendeportasian ratusan orang non-Serbia Goran Harzic. (Jawa Pos)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: