OKK UI 2009

29 07 2009

Mengenai OKK UI 2009

OKK (Orientasi Kehidupan Kampus) UI 2009, merupakan bentuk kegiatan penyambutan mahasiswa baru Universitas Indonesia 2009 yang bertujuan untuk memberikan pengenalan dan informasi mengenai sistem akademik, hingga informasi mengenai segala bentuk kehidupan kemahasiswaan Universitas indonesia, terutama pengetahuan mengenai IKM (Ikatan Keluarga Mahasiswa) UI.

OKK UI 2009 kali ini bertemakan Think Globally, Act Locally. Think Globally, Act Locally merupakan paradigma berfikir yang melihat sesuatu secara global atau menyeluruh, walaupun kita melihat permasalahan secara global kita dapat melakukan perubahan besar dengan melakukan sesuatu yang kecil. Pada kali ini OKK UI 2009 akan menyoroti kerusakan lingkungan yang semakin parah karena tidak adanya kesadaran dari kita sendiri.

Lingkungan merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam keberlangsungan hidup manusia. Saat ini masalah itu menjadi masalah yang sangat serius. Aspek industrialisasi merupakan penyumbang utama kerusakan alam dan lingkungan hidup. Perubahan-perubahan dari berbagai aspek kehidupan mulai muncul setelah adanya revolusi industri. Perubahan sistem ekonomi yang berawal dari ekonomi rumah menjadi industrialisasi membuat adanya ekploitasi alam secara berlebihan, tanpa melihat aspek keberlangsungan lingkungan, hanya demi untuk memenuhi pasar.

Thomas Malthus (1793), dalam esainya Essay on the Principle of Population menjelaskan bahwa ketika pola pertambahan populasi manusia berkembang secara geometris sedangkan daya dukung modal alam “hanya” secara aritmatris, maka akan menyebabkan kelangkaan SDA, ketimpangan akses SDA, dan menghasilkan konflik.

Perkembangan konsep Thomas Malthus menghasilkan pula konsep baru mengenai konsep The limit to growth. The limith to growth adalah suatu konsep yang lahir dari suatu studi mengenai keberlangsungan lingkungan hidup. Suatu pertumbuhan populasi penduduk yang besar dan kebutuhan akan pangan semakin meningkat dan pertumbuhan populasi tanpa di barengi dengan pertumbuhan sumber daya alam atau penyelarasan terhadap lingkungan membuat keberlangsungan hidup lingkungan dan peradaban semakin singkat. Dewasa ini manusia mulai melihat suatu nilai ekonomi merupakan suatu hal yang utama dalam keberlangsungan hidup mereka, dan mereka menyampingkan akan keberlangsungan lingkungan hidup yang merupakan daya dukung utama kehidupan manusia .

Oleh karena itu, untuk terciptanya keberlangsungan lingkungan yang mana merupakan bagian penunjang kehidupan manusia di bumi maka diperlukannya aplikasi dari konsep sustainable development. Sustainable development merupakan development which meets the needs of the present without compromising the ability of the future generations to meet their own needs (World Commision on Economic Development WCED, 1987).

Menurut Ismail Geraldin, pembangunan yang berkelanjutan merupakan a process whereby future generations receive as much capital per capita, or more than, the current generation has available.

Think Globally, act locally merupakan dasar paradigma yang menjadi pijakan dalam gerakan lingkungan. Dalam hal ini untuk mencapai suatu pembangunan yang berkelanjutan dibutuhkannya peran kita sebagai civitas academika untuk memberikan wawasan yang dapat menyumbang keberlangsungan lingkungan. Kita berfikir secara global dan mencoba melakukan perubahan di tingkat hal yang terkecil (lokal). Dengan hal yang kecil dan dilakukan secara berkelanjutan diharapkan menghasilkan dampak perubahan yang besar.

Tanpa disadari kita merupakan salah satu penyumbang terbesar kerusakan lingkungan, khususnya deforestasi hutan. Berapa banyak kertas yang beredar di kampus Universitas Indonesia tiap harinya, tiap minggunya, tiap bulannya dan tiap tahunnya? Tentu sangat banyak sekali dan itu juga menjadikan hilangnya hutan kita sebagai konsekuensi dari apa yang telah kita lakukan. Pertanyaannya apakah kita harus menyerah begitu saja? serta bagaimanakah caranya untuk menanggulangi hal tersebut? Penggunaan kertas bolak–balik merupakan salah satu tingkah laku yang kecil yang tidak pernah kita sadari dan langkah yang nyata untuk menanggulangi deforestasi hutan. Jika bukan kita sebagai kaum terpelajar yang memulai, lalu siapa lagi?

Melihat pentingnya pembangunan yang berkelanjutan maka OKK 2009 kali ini kita bersama-sama untuk melakukan perubahan bagi lingkungan kita dengan mencoba berfikir global dan melakukan sesuatu di tingkat local dan bisa berkontribusi untuk masyarakat sekitar. Dengan cara mengkampanyekan kertas bolak–balik dan pengurangan penggunaan plastik. Dengan mengkampanyekan kertas bolak-balik dan pengurangan penggunaan plastik maka kita sudah melakukan hal yang besar dan bermafaat bagi kelangsungan hidup kita seperti apa yang dicita-citakan untuk mencapai pembagunan yang berkelanjutan

MULAI LAKUKAN PERUBAHAN DARI HAL KECIL UNTUK KEUTUHAN LINGKUNGAN KITA.
AYO KITA KAMPANYEKAN KERTAS BOLAK BALIK DAN MEMINIMALISIR PENGGUNAAN PLASTIK DI OKK UI 2009.

OKK UI 2009 (Think Globally, Act Locally)
Salam Hangat untuk pejuang Muda
Hidup mahasiswa Hidup rakyat Indonesia

Ikhlasul Amal
Ketua Pelaksana OKK UI 2009


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: